2roda.id – Dunia overland dan touring Indonesia kembali mencetak kebanggaan di kancah internasional. Tim ekspedisi “Ride To The Roof Of The World” yang digawangi oleh Rial Hamzah dan Adet Vriono sukses menuntaskan misi gila: menembus Everest Base Camp North Face di kawasan Mount Qomolangma, Tibet, China.
Perjalanan ini jelas bukan untuk rider manja. Mari kita bedah seberapa ekstrem rute yang mereka libas!
Melawan Limit Fisik di Ketinggian 5.200 mdpl

Bayangkan berkendara menembus Gyawula Pass di elevasi 5.200 meter di atas permukaan laut. Di titik ini, tantangan sesungguhnya bukan sekadar aspal yang berkelok, melainkan udara yang sangat tipis dan suhu di bawah titik beku.
Para rider harus berhadapan langsung dengan Acute Mountain Sickness (AMS) yang memicu pusing, kelelahan parah, hingga sesak napas. Saking ekstremnya, tabung oksigen portabel menjadi perlengkapan yang wajib selalu standby di motor. Selama lebih dari seminggu penuh, tim secara konstan memacu mesin di ketinggian 4.500 hingga lebih dari 5.000 mdpl melintasi jalur legendaris Route 318 dan Route 317.
Everest Bukanlah Garis Akhir

Satu hal yang bikin salut, mencapai kaki gunung tertinggi di dunia ternyata bukanlah garis finish buat mereka. Tim terus menembus dataran tinggi Tibet menuju kawasan Yuexionggou High Mountain Periglacial Wetland Park di Baqing County.
Kawasan gletser es abadi ini sebelumnya sangat tertutup dan baru-baru ini saja bisa diakses oleh turis asing dengan izin khusus. Fakta membanggakannya: berdasarkan informasi dari guide resmi di Tibet, Rial dan Adet sangat mungkin menjadi rider Indonesia pertama yang berhasil menginjakkan ban motor berplat Indonesia di kawasan gletser eksklusif tersebut.
Solidaritas Lintas Negara & Qurban di Chengdu

Ekspedisi ini juga menjadi simbol kuatnya kolaborasi bikers Asia Tenggara. Untuk bisa menembus rumitnya birokrasi China dan Tibet, tim Indonesia jalan bareng 11 rider asal Malaysia dalam satu grup.
Momen kebersamaan ini memuncak ketika mereka turun dari dataran tinggi Tibet dan menyempatkan diri melaksanakan ibadah Qurban bersama di sebuah masjid di wilayah Chengdu, Sichuan. Sebuah pengalaman spiritual luar biasa setelah selamat turun dari atap dunia.
Persiapan Matang, Motor Aman Tanpa Kendala

Menempuh ribuan kilometer melintasi Malaysia, Thailand, Laos, China, hingga masuk ke Tibet dan kembali lagi ke Asia Tenggara, seluruh kuda besi berhasil finish tanpa mengalami kerusakan mayor atau kendala teknis yang fatal. Ini menjadi bukti nyata betapa pentingnya persiapan matang dan kualitas gear yang mumpuni untuk touring lintas negara.
Tentu saja, kesuksesan ekspedisi ini mendapat back-up penuh dari Ikatan Motor Indonesia (IMI) yang memfasilitasi CPD Carnet. Dukungan kuat juga mengalir dari deretan sponsor seperti 7Gear, Coriaz Motoadventure, Syndicate Motor Indonesia, Expedition Watch, Maxdecal, Liqui Moly, dan Elig Brake Pad.
Sebagai Pengurus IMI Bidang Touring dan Komunitas, Rial Hamzah menegaskan, “Perjalanan ini membuktikan bahwa rider Indonesia mampu melakukan ekspedisi lintas negara secara profesional, bertanggung jawab, dan mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan dunia.”.
Saat artikel ini diturunkan, tim masih berada di lajang Laos untuk merajut perjalanan pulang menuju Tanah Air. Tetap keep safety dan gass terus sampai rumah, Bro! (2R/ABR)















0 Comments